WhatsApp dan Snapchat Terancam Dilarang Digunakan di Inggris

WhatsApp dan Snapchat Terancam Dilarang Dipakai di Inggris – Dua aplikasi instan messengger yang populer di dunia yaitu WhatsApp dan Snapchat terancam bakal dilarang digunakan di wilayah Britania Raya atau Inggris. Diketahui kabar mengenai hal tersebut disebabkan oleh Perdana Menteri Inggris, David Cameron yang mendorong legislasi baru untuk melarang pengiriman pesan apapun yang menggunakan enkripsi.

WhatsApp dan Snapchat Terancam Dilarang Digunakan di Inggris

Apabila undang-undang tersebut nantinya resmi disahkan di Inggris maka aplikasi perpesanan populer untuk smartphone multi platform, seperti WhatsApp, iMessage, Snapchat dan lain sebagainya yang menggunakan sistem enkripsi nantinya tidak bisa lagi beroperasi di negara tersebut.

Pada awal tahun ini, sebelumnya Cameron sempat mengatakan bahwa akan mencari cara untuk melarang komunikasi yang terenkripsi apabila ia kembali terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Inggris.

“Di negeri kita, apakah kita harus membolehkan komunikasi antar-individu yang tidak bisa kita baca?” tanya Cameron, sebagaimana dilansir TechSpot yang dikutip Kompas Tekno, Sabtu (11/7/2015).

Setelah beberapa bulan kemudian, pada bulan Mei 2015 lalu Cameron benar-benar terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Inggris setelah tiga pesaingnya dalam pemilu parlemen Inggris mengundurkan diri.

Meski begitu sejak saat itu pernyataan Cameron tersebut ditentang oleh berbagai pihak di Inggris karena rencana undang-undang yang bernama Investigatory Power Bill tersebut merupakan pelanggaran privasi.

Dalam undang-undang tersebut, tercantum bahwa perusahaan penyedia layanan perpesanan dan internet, seperti Google, Apple, Facebook, dan WhatsApp harus merekam aktivitas para penggunanya di Inggris. Di mana rekaman data aktivitas tersebut bisa diminta oleh pihak kepolisian kapan pun di butuhkan.

Jika undang-undang ini tidak menemui kendala, maka nantinya akan bisa disahkan dalam beberapa minggu ke depan.

Pemerintah Inggris sepertinya memang sangat ngotot untuk meresmikan undang-undang tersebut karena telah terjadi beberapa peristiwa peneroran. Mulai dari penembakan 30 warga Inggris di Tunisia beberapa waktu lalu. Meski begitu belum diketahui bagaimana nanti implementasi mengenai undang-undang ini. Namun, Pemerintah Inggris juga khawatir apabila dengan di sahkan undang-undang ini dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab sehingga dapat menimbulkan kerugian atau tindak kejahatan. Baca juga Line Webtoon Telah Diunduh 1,5 Juta Kali dan Kini Pengguna Waze Bisa Dapat Tebengan Kemana-mana.

Top