Menkominfo Wacanakan Akreditasi e-commerce Demi Hindari Kasus Lazada

Menkominfo Wacanakan Akreditasi e-commerce Demi Hindari Kasus Lazada – Kasus salah kirim dari sebuah layanan penjualan online (online shop) cukup populer yaitu Lazada, yang heboh di Indonesia beberapa saat lalu menarik perhatian Pemerintah Indonesia. Melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) diketahui telah memiliki wacana untuk mengakreditasi situs atau layanan jual beli online (e-commerce) demi menghindari kesalahan yang sama pada kasus salah pengiriman oleh Lazada beberapa saat lalu.

Menkominfo Wacanakan Akreditasi e-commerce Demi Hindari Kasus Lazada

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rudiantara, selaku Menkominfo RI di Jakarta yang menyatakan bahwa, “Soal kasus Lazada tentang pengiriman iPhone 6 tersebut, harusnya bisa jadi momentum buat Kominfo percepat aturan e-commerce”.

Diketahui, pada peraturan menteri Menkominfo, perdagangan e-commerce harus meminta izin dari awal sehingga industri tersebut dapat dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

“Tapi sebelum beroperasi harus tersertifikasi dan akreditasi, namun saya lebih senang akreditasi. Karena yang menyertifikat adalah Industri, untuk memastikan adanya perlindungan terhadap konsumen,” jelas Rudiantoro.

Ia juga menyatakan bahwa saat ini Menkominfo justru mendorong tumbuhnya e-commerce dan startup di Indonesia. Untuk langkahnya sendiri pada awalnya perusahaan dapat melakukan proses registrasi secara administrasi serta mengajukan akreditasi ke badan untuk mendapatkan sertifikasi.

“Sertifikasi untuk menghadirkan kepercayaan kepada masyarakat sehingga ada certificate regulation self dari Industri, jadi lebih baik kita berdayakan iDea,” tambah Rudiantara.

Sekedar informasi bersama, kasus yang menimpa Lazada beberapa saat lalu mengenai kesalahan pengiriman untuk pemesan yang awalnya pemesan bernama Danis Darusman membeli iPhone 6 Plus ternyata menerima paket dari Lazada yang berisi sabun batangan merek Nuvo kini telah menemukan titik terang. Dimana pemesan dengan akun twitter @danisdarusman yang sebelumnya mengadukan kasus ini melalui akun resmi Lazada Indonesia telah diproses. Hasilnya Danis telah mendapatkan paket yang sebenarnya yaitu iPhone 6 Plus yang diserahkan langsung oleh petinggi Lazada Indonesia.

Saat ini proses investigasi masih dilakukan, diperkirakan kesalahan terjadi pada bagian operasional. Namun tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang harus bertanggung jawab mengenai kasus ini. Baca juga idEA Yakin Lazada Dapat Tuntaskan Kasus Penjualan yang Tertukar dan Orang Indonesia Hobi Belanja Setelah Sahur.

Top