Ketika Foto Selfie Diandalkan untuk Sektor Perbankan

Transaksi Perbankan Dilakukan dengan Melakukan Foto Selfie – Penggunaan selfie stick alias tongsis, memang semakin dilarang. Terbaru, alat bantu untuk melakukan foto selfie itu, dilarang penggunaannya di area Disney World. Hal itu menyusul larangan-larangan serupa, yang sudah lebih dahulu dikeluarkan. Namun walaupun dilarang penggunaannya, nyatanya ternd foto selfie belum reda. Bahkan, trend membuat foto diri sendiri ini, semakin banyak dilakukan. Bahkan sebentar lagi, foto selfia bahkan menggeser peran password dalam perbankan. Itu artinya, password yang digunakan untuk mengakses produk perbankan, tak lagi sekedar kombinasi angka, namun juga foto diri. Wow…!

foto selfie untuk akses perbankan

Adalah perusahaan finansial MasterCard, yang saat ini tengah menggodog teknologi tersebut. Sistem baru yang sedang diobservasi,  akan menggantikan kombinasi PIN dengan teknologi biometrik pengenal wajah. Nantinya, system yang digunakan oleh MasterCard ini, akan digunakan  untuk memvalidasi pengguna MasterCard, yangakan melakukan transaksi. Maka, bisa kawan Begawei bayangkan tingkat keamanannya. Jika bukan pemilik kartu sendiri yang melakukan selfie, maka transaksi perbankan tak akan bisa dilakukan. Hebat kan…? Tak sekedar hebat, pihak MasterCard sendiri mengklaim, bahwa teknologi ini akan menjadi sangat akrab dengan kawula muda.

“Generasi muda yang suka melakukan selfie akan menganggap hal ini keren, mereka pasti mendukungnya,” kata Ajay Bhalla, Chief Product Security Officer dari MasterCard, seperti dilansi CNN.

Untuk menggunakan teknologi tersebut pengguna diwajibkan untuk mengunduh aplikasi dari MasterCard. Aplikasi ini akan memunculkan peringatan dalam bentuk pop-up saat pengguna melakukan transaksi. Bagaimana, sudah menyiapkan foto selfie anda? Eits, tunggu dulu…! Bukan sembarang foto yang bisa disodorkan untuk sekedar membuka akses perbankan sebuah akun. Akan ada kotak peringatan yang meminta pengguna berpose selfie di depan kamera ponsel sembari berkedip. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa yang terlihat di kamera itu memang wajah asli, bukan sekadar foto. Dengan begitu, soal tingkat keamanan, benar-benar tak perlu diragukan lagi kan? Lalu, kapan kita bisa memanfaatkan system keamanan perbankan yang begitu aman sekaligus sangat mengasyikkan ini?

Saat ini fungsi tersebut masih bersifat purwarupa, dan baru diujicoba pada 500 orang pengguna MasterCard. Rencananya sistem ini akan dirilis pada September 2015 mendatang. Kita tunggu saja perkembangan berikutnya. Baca juga Disney World Terapkan Larangan Penggunaan Tongsis dan Tablet Android Nokia N1 Segera Sambangi Indonesia.

Top