Ini Dia, 16 Merek Ponsel di Indonesia yang Sudah Mulai Penuhi TKDN

16 Merek Ponsel yang Sudah Penuhi TKDN 20 Persen – Pemerintah Indonesia melalui Menkominfo, Rudiantara yang beberapa waktu lalu mewacanakan pemberlakuan aturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) pada ponsel 4G LTE yang dipasarkan di Indonesia sebesar 40 persen kini mulai terlaksana. Meskipun masa pemberlakuan aturan TKDN tahap awal yang sebesar 30 persen akan ditetapkan dua tahun mendatang. Namun sejumlah vendor ponsel Indonesia dan dunia sudah mulai menyiapkan diri untuk memenuhi aturan tersebut.

Ini Dia, 16 Merek Ponsel di Indonesia yang Sudah Mulai Penuhi TKDN

Bahkan diketahui saat ini sudah terdapat beberapa vendor ponsel hadir di Indonesia yang telah mulai memberlakukan aturan TKDN pada produksi ponsel mereka meskipun belum maksimal. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, yang mengungkapkan saat ini telah terdapat 16 merek smartphone di Indonesia yang berhasil mencapai aturan TKDN sebesar 20 persen. Merek tersebut adalah Polytron, Evercoss, Advan, Mito, Axioo, SPC, Gosco, Asiafone, Samsung, Oppo, Haier, Huawei, Smartfren, Ivo, Bolt, dan Lenovo.

“Enam belas merek ini sudah merakit ponsel di dalam negeri. Mereka pun sudah mencapai TKDN 20 persen. Tinggal kita lihat ke depannya,” ujar Saleh, usai Rapat Pembahasan TKDN bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, di Gedung Kemenkominfo seperti dilansir Kompas Tekno, Jumat (3/7/2015).

Sementara itu, untuk aturan TKDN minimal 30 persen hanya berlaku pada smartphone 4G LTE yang berbasis pada Frequency Division Duplex (FDD). Sedangkan smartphone yang menggunakan 4G LTE berbasis pada Time Division Duplex (TDD) akan diberlakukan aturan baru yang lebih ketat yakni sebesar 40 persen memiliki TKDN, yang mana baru akan diberlakukan pada tahun 2019 mendatang.

Shaleh berharap dengan aturan tersebut maka dapat menurunkan angka impor smartphone di Indonesia yang mencapai puluhan juta unit per tahun. Pada tahun 2012 saja, jumlah ponsel impor yang beredar di Indonesia mencapai 70 juta unit. Sedangkan di tahun 2014 lalu, angka tersebut menurun menjadi 54 juta unit. Diharapkan dengan kebijakan ini dapat membantu meringankan defisit perdagangan dan dapat memaksimalkan sumber daya dalam negeri. Baca juga XL Siap Hidupkan Layanan 4G LTE Baru Mulai 6 Juli dan Menkominfo Wacanakan Akreditasi e-commerce Demi Hindari Kasus Lazada.

Top