Bizzy Ramaikan Industri E-commerce di Indonesia

Bizzy Ramaikan Industri E-commerce di Indonesia – Industri e-commerce yang digemari oleh masyarakat di Indonesia dan memiliki perkembangan yang pesat saat ini, memang menarik perhatian besar bagi perusahaan e-commerce asing lainnya untuk meramaikan e-commerce di Indonesia. Namun diketahui dari beberapa perusahaan  e-commerce yang ada di Indonesia hanya sebagian kecil yang memiliki konsep Business to Businness (B2B). Merasa masih ada peluang besar di Indonesia, maka pada hari, Senin (6/7/2015) kemarin, Ardent Capital resmi menanamkan investasi mereka ke Indonesia sebesar USD2.5 juta atau senilai Rp33.3 miliar sehingga Bizzy.co.id dapat beroperasi di tanah air.

Bizzy Ramaikan Industri E-commerce di Indonesia

Sekedar informasi, Bizzy merupakan perusahaan e-commerce marketplace yang memiliki model bisnis B2B. Layanan online shop terbaru di Indonesia ini diharapkan dapat mempermudah banyak perusahaan untuk memenuhi kebutuhan mereka, baik itu berupa barang maupun jasa. Saat ini di layanan ini telah tersedia ratusan pedagang yang menjual ribuan barang. Di dalam layanan baru ini terdapat 5 kategori kelompok. Mulai dari Office Supplies, Electronics, Cleaning, Pantry dan Services.

“Secara internasional, e-commerce B2B sudah berkembang menjadi bisnis besar. Di Korea misalnya, 91 persen transaksi e-commerce merupakan transaksi B2B. Meskipun begitu, saat ini, bisnis e-commerce B2B di Indonesia masih dalam tahap berkembang. Dari semua perusahaan startup yang ada di Indonesia, hanya 11 persen yang fokus pada B2B,” ujar Adrian Vanzyl, CEO Ardent Capital.

Sedangkan menurut Peter Goldsworthy yag selaku salah satu pendiri Ardent Capital dan CEO Bizzy.co.id mengaku bahwa salah satu alasan untuk membuat Bizzy di Indonesia ini dikarenakan ia merasa sulit dalam mendapatkan kebutuhan perusahaan selama dirinya berada di Indoensia.

“Saya merasa proses pembelian barang, meminta persetujuan atasan dan pengiriman barang seharusnya dapat dilakukan dengan mudah. Meskipun begitu, saat ini, saya merasa perusahaan masih kesulitan untuk mendapatkan produk yang mereka butuhkan,” beber Goldsworthy.

Selain itu tidak hanya perusahaan yang merasa sulit untuk memenuhi kebutuhannya namun para pemasok dan distributor juga merasa kesulitan untuk mencapai konsumen mereka. Dengan hadirnya Bizzy di Indonesia maka diharapkan dapat memberi kemudahan bagi perusahaan dan para pemasok serta distributor produk dan jasa. Baca juga Pabrik Oppo di Indonesia Akan Segera Beroperasi dan OnePlus 2 Tantang Zenfone 2 dengan RAM 4 GB.

Top