Xiaomi Berencana Jual Smartphone Baru Tanpa Charger

Xiaomi Ingin Jual Smartphone Tanpa Charger – Xiaomi memang tak pernah lelah untuk berinovasi. Setelah membuat smartphone tanpa slot external memory, kini perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut berencana untuk menjual seri smartphone terbaru namun tanpa disertai piranti pengisi ulang daya atau charger.

xiaomi-ingin-jual-smartphone-tanpa-charger

Membeli unit smartphone baru tanpa disertai piranti pengisi ulang daya atau charger memang sedikit aneh. Biasanya pembelian unit ponsel pintar sudah satu paket utuh, mulai dari ponselnya sendiri, charger, earphone, dan piranti pelengkap lainnya. Namun, ide Xiaomi yang ingin menjual seri smartphone baru tanpa disertai charger ini memiliki pertimbangan khusus.

Seperti dilansir oleh Phone Arena pada Rabu (17/6), CEO Xiaomi, Lei Jun, diberitakan tengah mempertimbangkan untuk  tidak lagi menyertakan charger dalam satu paket bundling pembelian smartphone. Jun beranggapan bahwa penjualan smartphone bersama unit charger-nya berpotensi merusak lingkungan. Saat ini, tren pengguna smartphone semakin hari semakin sering berganti unit gadget. Karena pembelian smartphone selalu disertai charger baru di dalam paketnya, maka pembeli pun juga akan mendapatkan charger baru lagi setiap membeli ponsel baru. Hal ini mengakibatkan menumpuknya banyak charger di mana-mana.

Lebih lanjut, CEO Xiaomi tersebut mengungkapkan bahwa nanti pembeli ponsel baru Xiaomi tak akan diberikan unit charger baru pula. Mereka bisa memanfaatkan charger lama mereka untuk mengisi ulang daya handset barunya. Namun rencana ini masih opsional. Calon pembeli unit smartphone baru Xiaomi masih bisa mendapatkan charger baru tapi harus mengeluarkan biaya tambahan di luar harga handset-nya, sebesar kurang lebih Rp 13.000.

Meski bermaksud baik, rencana CEO Xiaomi ini tetap mendapatkan beberap kritikan. Kritik terhadap rencana Xiaomi ini berkaitan dengan adanya beberapa varian smartphone yang membutuhkan charger khusus agar pengisian baterainya berjalan lebih cepat. Kritik paling keras datang dari produsen dan pengguna smartphone yang sudah didukung oleh teknologi Quick Charge 2.0. Saat ini, teknologi Quick Charge 2.0 banyak ditemukan pada unit smartphone yang menggunakan prosesor racikan Qualcomm, yaitu prosesor Snapdragon. Baca juga Google Gelontorkan Dana Besar untuk Temukan Kelemahan Android dan Lenovo Rilis 5 Produk Baru Sekaligus di Indonesia.

Top