Pemerintah Arab Super Serius Atasi Bullying

Pelaku Bullying di Arab Kena Denda Tinggi – Bullying memang jadi satu perhatian khusus saat ini. Apalagi, kemudahan berkominikasi melalui dunia maya, membuat aksi bullying semakin mudah terjadi. Kata-kata kasar, hinaan, cacian, bahkan simbol-simbol yang mengarah kepada bully, dengan sangat mudah dimunculkan. Namun melihal aksi bullying yang semakin marak di dunia maya, berbagai pihak tak tinggal diam begitu saja. Perang terhadap bullying dan pornografi, jelas sudah dilancarkan oleh Twitter. Jejaring sosial itu dengan gambling, melakukan “tebang pilih”, terhadap pihak-pihak pelaku bullying. Tak hanya Twitter, Negara besar sekelas Uni Emirat Arab (UEA) pun, dengan jelas melakukan pemberantasan terhadap para pelaku bullying. Seperti apa tindakan yang diambil untuk memerangi bullying?

Pemerintah Arab Super Serius Atasi Bullying

Pemerintah UEA memiliki regulasi baru khusus bullying di dunia maya. Pihak pemerintah beranggapan, bahwa denda yang besar, adalah cara yang ampuh untuk membuat para pelaku bullying di dunia maya menjadi jera. Maka dalam regulasi tersebut, mereka mencantumkan denda yang berat, untuk siapa saja yang terbukti melakukan bullying. Sebenarnya, peraturan ini sudah diterapkan oleh ppihak pemerintah Arab, sejak tahun 2014 lalu. Namun kali ini, pihak pemerintah di Negara yang kaya raya itu, tampak super serius untuk memerangi bully.

Hal itu terlihat dengan dihukumnya seorang pria pelaku bullying, baru-baru ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pria tersebut terbukti memaki teman yang dihubunginya melalui aplikasi WhatsApp. Seperti apa hukuman yang menjerat pria tersebut?

Pada mulanya, si pria dijatuhi denda sebesar USD 800 atau sekitar Rp 10 juta. Namun selanjutnya, pihak berwenang menganggap bahwa pernyataan yang dikirimkan via aplikasi pesan itu, mengancam kehidupan seseorang. Pun tak dijelaskan apa bentuk perkataannya, namun denda yang dijatuhkan pun bertambah. Tak sekedar bertambah, denda yang tadinya hanya Rp. 10 juta, melonjak hingga jumlah USD 68 ribu,  atau setara dengan  Rp 880 jutaan.

Untuk memantapkan langkah perangnya terhadap bullying di dunia maya, pemerintah UEA, juga mengambl langkah lain. Pihak berwenang membatasi penggunaan emoji yang dianggap bisa digunakan untuk menghina orang lain. Emoji yang dimaksud, antara lain adalah emoji “jari tengah’. Tak sekedar dilarang, emoji tersebut bahkan diharamkan di Negara tersebut. Baca juga Twitter Akan Kunci Akun Pelaku Bullying dan Pengguna Apple Lebih Boros dalam Berbelanja.

 

Top