Angkatan Laut AS Masih ‘Gagal Move On’ dari Windows XP

Pasukan Angkatan Laut AS Belum Meninggalkan Windows XP untuk Keperluan Operasional – Sistem operasi Windows XP yang sudah berusia lebih dari 15 tahun ternyata belum benar-benar hilang dari perederan. Terbukti, kesatuan Angkatan Laut Amerika Serikat masih menggunakan unit komputer ber-OS Windows XP untuk keperluan operasional mereka.

pasukan-angkatan-laut-as-belum-meninggalkan-windows-xp-untuk-keperluan-operasional

Sejatinya, Microsoft Windows XP sudah ‘dimatikan’ sejak tahun 2010 yang lalu. Produksinya pun juga telah dihentikan oleh Microsoft. Bahkan, pada tahun 2014 lalu Microsoft telah menghentikan layanan purna jual untuk sistem operasi Windows XP. Keputusan ini memang dibuat Microsoft untuk mendongkrak sistem operasi terbaru pengganti Windows XP. Namun ternyata, penghapusan Windows XP tak bisa berjalan dengan mudah.

Adalah Navy Space and Naval Warfare Systems Command (SPAWAR), sebuah organisasi di bawah otoritas Angkatan Laut AS, yang baru saja membuat kesepakatan dengan Microsoft untuk ‘menghidupkan’ lagi Windows XP. SPAWAR dan Microsoft sepakat untuk membuka lagi layanan purna jual Windows XP.

Tak tanggung-tanggung, SPAWAR dan Microsoft menyetujui kontrak kerjasama senilai USD 9,1 juta untuk pemeliharaan sekitar 100 ribu workstation milik SPAWAR. SPAWAR sendiri masih menggunakan Windows XP, Office 2003, Exchange 2003, dan Windows Server 2003 di dalam 100 ribu workstation miliknya.

Seperti dikutip oleh IDG News pada Rabu (24/6), kerjasama antara SPAWAR dan Microsoft akan berlangsung hingga 2017 dengan nilai total kontrak sebesar USD 30,8 juta.

“Angkatan laut menggunakan beberapa aplikasi yang masih bergantung pada Windows. Sampai aplikasi tersebut diperbarui, layanan ini diperlukan untuk menjaga efektivitas operasional,” terang juru bicara SPAWAR, Steven Davis.

Seperti diberitakan, Microsoft telah memberikan update untuk generasi-generasi lama Windows, misalnya Windows Server. Pembaruan ini ditujukan untuk menigkatkan sistem operasi karena Windows generasi lama ternyata rawan terserang malware. Namun ternyata masih ada bebrapa pihak yang menggunakan sistem operasi Windows versi lama, termasuk SPAWAR.

AS sendiri bukanlah satu-satunya negara yang masih bergantung pada Windows XP. Beberapa waktu lalu Inggris pernah melakukan kesepakatan yang sama dengan Microsoft dengan nilai kontrak mencapai Rp 130 miliar. Baca juga Microsoft Office Resmi Sambangi Platform Android dan Microsoft Larang Instal Windows 10 di Surface 3.

Top