Smartphone Lokal Semakin Tersisih di Pasar Gadget Nasional

Smartphone Lokal Kian Tersisih Akibat Semakin Gencarnya Produk Gadget Asing – Memasuki pertengahan tahun 2015, produsen ponsel pintar asal Indonesia diprediksi akan semakin tersisih di pasaran gadget Tanah Air. Semakin tersingkirnya produk ponsel pintar buatan Indonesia ini disebabkan oleh kian merajalelanya smartphone-smartphone buatan asing, terutama dari Tiongkok.

smartphone-lokal-kian-tersisih-akibat-semakin-gencarnya-produk-gadget-asing

Pasar ponsel pintar Tiongkok sendiri sebenarnya sedang mengalami masa kejenuhan saat memasuki kuartal kedua tahun 2015 ini. Karena hal ini pulalah, para vendor asal Negeri Tirai Bambu diperkirakan akan semakin agresif di pasar gadget Indonesia mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar smartphone paling potensial di kawasan Asia.

Menurut lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC), kejenuhan yang terjadi di pasar lokal Tiongkok akan membuat produsen ponsel pintar negera tersebut melakukan ekspansi lebih agresif di pasar luar negeri, termasuk Indonesia. Selain Indonesia, ekspansi perusahaan-perusahaan teknologi asal Tiongkok juga akan masuk ke negara-negara berkembang lainnya seperti India dan sebagian negara Asia Tenggara.

Country Manager IDC Indonesia, Sudev Bangah menyampaikan bahwa serangan agresif dari vendor-vendor asal Tiongkok akan memberikan tekanan besar kepada produsen-produsen smartphone lokal. Mengenai hal ini, Sundev juga mengatakan bahwa ada baiknya produsen smartphone lokal Indonesia mencoba mengembangkan bisnisnya ke wilayah-wilayah pelosok Indonesia yang belum tersentuh vendor asal Tiongkok.

Selama ini, vendor-vendor smartphone asal Tiongkok macam Lenovo atau Xiaomi memang menawarkan produk-produk ponsel pintar yang cukup menarik. Selain tentunya berharga sangat murah, smartphone asal Negeri Tirai Bambu tersebut juga dibekali dengan teknologi serta fitur-fitur canggih. Teknologi gadget asal Tiongkok memang sedikit lebih unggul jika dibandingkan dengan produk buatan dalam negeri.

Meski diprediksi akan mendapat tekanan dari vendor asal Tiongkok yang menawarkan kecanggihan fitur dan harga murah, IDC tetap berpendapat bahwa gabungan vendor lokal masih bisa mempertahankan market share sebanyak 40 persen di pasar gadget Tanah Air. Vendor-vendor ponsel pintar lokal yang sudah mapan seperti Evercoss, Smartfren, atau Advan diperkirakan akan mampu meningkatkan penjualan sekitar 23 persen sampai 25 persen. Baca juga Ponsel Pintar Berharga Murah Semakin Menggerus Penjualan Kamera Saku dan Lenovo Indonesia Siap Penuhi Kebijakan TKDN.

Top