Samsung : Indonesia Juru Selamat Kami

Samsung Berpotensi Alihkan Produksi Smartphone-nya ke Indonesia – Nama besar yang disandang Samsung, tak menjamin perusahaan itu jauh dari masalah. Ini membuktikan ungkapan “semakin tinggi pohon, semakin kencang juga angin yang menerpanya”. Raksasa di dunia teknologi asal Korsel itu, ternyata sedang bermasalah dengan Tiongkok. Pengiriman produk-produk Samsung ke negara tersebut mengalami penurunan, bahkan terjadi sejak enam tahun lalu. Atas kerugian itu, ternyata Indonesia lah yang justru disebut sebagai juru selamat bagi Samsung. Lho, kok bisa?

Indonesia Juru selamat Samsung

IDC melaporkan, enam tahun terakhir, pengiriman smartphone besutan Samsung ke Tiongkok, merosot hingga 4,3 persen. Namun pada waktu bersamaan, pengiriman smartphone besutan Apple justru meningkat lebih dari 60 persen. Gambaran itu menunjukkan bahwa pasar smartphone Tiongkok sudah sangat berkembang.

Problem yang dialami Samsung dengan Tiongkok, ternyata tak sebatas penurunan jumlah barang kiriman. Tiongkok, mulai memberikan tekanan yang semakin hari semakin besar, melalui produknya sendiri. Sebut saja Xiaomi—vendor yang saat ini sedang merajalela dengan smartphone besutannya. Untuk bisa bersaing, Samsung mau tak mau harus menurunkan harga jual produknya.   Namun dengan begitu, Samsung juga harus menurunkan ongkos produksi. Di sinilah peranan Indonesia berada.

Ternyata, penghasilan orang Indonesia lah, yang menjadi penyelamat bagi Samsung. Bloomberg Intelligence melaporkan, tenaga kerja di Indonesia diprediksi berpenghasilan rata-rata 0,79 dollar AS per jam pada 2018 mendatang. Sementara itu, pekerja di Tiongkok rata-rata mendapat upah 4,79 dollar AS per jam. Dengan upah yang hampir tiga perempat lebih rendah itu, Samsung berpotensi mengalihkan lini produksi smartphone-nya dari Tiongkok ke Indonesia. Bahkan, menurut Samsung Indonesia, Galaxy S6 yang baru saja diluncurkan telah diproduksi di pabriknya di Cikarang, Jawa Barat, Indonesia. Bloomberg View menyebutnya sebagai langkah yang pintar dari Samsung.

“Iya, buatan Indonesia. Galaxy S6 dan S6 Edge, dua-duanya buatan Indonesia,” kata Vice President Corporate Business and Corporate Affairs Samsung Indonesia, Lee Kanghyun.

Namun, Bloomberg View  juga mengatakan bahwa strategi memindahkan fasilitas produksi dari Tiongkok ke Indonesia, belum tentu menjamin kesuksesan Samsung. Hal itu terutama disebabkan, lagi-lagi, penetrasi smertphone buatan vendor Tiongkok seperti Xiaomi. Seperti yang kawean Begawei ketahui, produkproduk Xiaomi, juga begitu sukses mengambil hati para pengguna smartphone di Indonesia. Dengan harga yang murah, Xiaomi tetap bisa menghadirkan spesifikasi nomer wahid. Baca juga Samsung Galaxy S6 Dibuat di Indonesia dan Dominasi Samsung Terusik Pabrikan Asal Tiongkok

Top