Segera Hadir di Asia, Galaxy S6 Tak Pergunakan Chipset Qualcomm

Galaxy S6 Tak Pergunakan Chipset Qualcomm – Kehadiran Samsung Galaxy S6, benar-benar sedang dinanti banyak orang, termasuk yang ada di Asia. Spesies dari seri Galaxy S itu, memang  mendapatkan tanggapan yang begitu positif dari pasaran. Tapi, handset premium itu, nampaknya masih harus lumayan was-was, karena manuver pesaing-pesaingnya. Apple sibuk melenggang dengan iPhone 6. Sementara itu, rival berat lainnya–Xiaomi,  juga terus tampil dengan handset-hendset kualitas tinggi, namun harganya terjangkau. Namun apapun yang terjadi, toh Samsung tetap pede untuk meluncurkan Galaxy S6. Bulan ini pun, dipilih untuk menghadirkan perangkat tersebut di pasaran Asia. Mau tau tanggal pastinya?

galaxy s6 segera hadir di asia

10 April  mendatang, Galaxy S6 bakal hadir di Myanmar, Singapura, dan Taiwan. Sehari setelahnya, akan meluncur di Vietnam. Tanggal 12 April, handset ini menyerbu pasaran Kamboja, sementara itu Indonesia akan kedatangan Galaxy S6, sehari setelahnya. Tanggal 17, gadget ini hadir di Negeri jiran—Malaysia. Tanggal 18 di Filipina, tanggal 20 di Thailand, dan tanggal 24 di Laos.

Walaupun kedatangannya di Asia sudah ada titik terang, namun ternyata Galaxy s6, hadir membawa kabar yang cukup mengejutkan. Lama menjadi patner setia Qualcomm, kabarnya Samsung tak lagi menghadirkan chipset buatan perusahaan itu lagi pada Galaxy S6. Chipset buatan Qualcomm, memang produk yang tangguh, jika dibandingkan hasil besutan perusahaan lainnya. Namun apa daya, Samsung Electronics Co Ltd memilih untuk menggunakan chip buatannya sendiri—Exynos.

Kabar ini, jelas membuat Qualcomm Inc “patah hati”. Tapi, sebenarnya Qualcomm sendiri telah mengungkapkan hal tersebut sejak Januari lalu. Mereka menjelaskan bahwa pelanggan setianya menolak menggunakan prosesor terbaru mereka Snapdragon untuk ponsel pintar generasi terbarunya. Usut punya usut, perangkat tersebut adalah Galaxy S6. Lalu, apa alasan Samsung?

Seperti yang kita ketahui, tahun 2014 lalu, Samsung mengalami kepayahan. Penjualannya menurun, karena “polah” para kompetitornya. Para analis memprediksi, penjualan besar chip seperti Exynos, diperkirakan akan membantu naiknya pendapatan Samsung. Itulah salah satu yang diperkirakan menjadi alasan Samsung.

Tak hanya menggunakan prosesor mobile buatannya, kabarnya Samsung juga memutuskan untuk mengandalkan bisnis semikonduktornya sendiri. Hal ini termasuk juga  untuk modem dan chip sirkuit terintegrasi. Ada apa dengan Samsung? Baca juga Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S6 Active dan Samsung Galaxy S6 Edge gunakan layar lengkung.

 

Top