Samsung Berpaling ke Exynos, Qualcomm Galau

Nasib Qualcomm Setelah Samsung Berpaling Ke Chipset Lain –  Ternyata, galau tak hanya melanda hubungan asmara saja. Di dunia teknologi pun, galau bisa terjadi. Itulah yang sedang dirasakan perusahaan pembesut chipset berkualitas—Qualcomm. Perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat itu, memang telah “putus hubungan” dengan vendor Samsung. Pembesut smartphone seri Galaxy itu, tak lagi menggunakan chipset buatan Qualcomm untuk produk-produknya. Qualcomm pun dikabarkan galau. Segalau apa? Begawai punya ulasannya.

samsung berpaling qualcomm galau

Kegalauan Qualcomm dikarenakan popularitas chipset Snapdragon andalannya, menurun pasca tak lagi digunakan oleh Samsung. Raksasa vendor tersebut, memang lebih memilih untuk mengandalkan Exynos, yang merupakan buatannya sendiri. Ternyata usut punya usut, porsi terbesar pemakai prosesor Snapdragon bersumber dari Samsung. Otomatis ketika Samsung “berpaling”, pendapatan Qualcomm dari Snapdragon pun berkurang drastis. Apalagi selama ini, Qualcomm juga mendulang pendapatan besar dari sisi lisensi.

Coba kita lihat perhitungan keuntungan Qualcomm ketika chipset buatannya masih digunakan oleh Samsung. Sejak seri Galaxy S dirilis, Qualcomm telah mengantungi pendapatan dari royalti yang angkanya mencapai USD 9 miliar atau sekitar Rp 115 triliun. Maka paling tidak ketika Samsung berpaling pada Exynos, angka yang fantastis juga tak akan mampir lagi pada Qualcomm. Maka untuk menanggulangi kemerosotan pendapatan perusahaan yang lebih parah lagi, kabarnya raksasa prosesor ponsel ini berniat memangkas nilai royalti dari tiap ponsel yang menggunakan prosessornya. Dengan begitu, diharapkan para vendor  tetap tertarik untuk membesut produk-produknya menggunakan chipset buatannya. Selain itu, pastinya mereka tetap menjaga kualitas produknya. Seperti yang kita ketahui, chipset besutan Qualcomm punya kualitas yang baik.Dibandingkan dengan chipset buatan perusahaan lainnya, chipset ala Qualcomm tak cepat mengalami kenaikan suhu. Hal tersebut berpengaruh pada kinerja ponsel yang lebih stabil.

Selain menjaga eksistensi produknya dengan memangkas nilai royalti, kabarnya Qualcomm juga berencana untuk memisahkan divisi khusus lisensi dan chip. Dengan kata lain, mereka akan mulai fokus pada divisi lain, selain chipset. Divisi lisensi memang menjadi sumber pendapatan terbesar bagi Qualcomm.

Nampaknya, Qoalcomm memang harus benar-benar bekerja keras. Karena pada saat Samsung berpaling dari produknya, perusahaan pembesut chipset lainnya seperti MediaTek, semakin memperlebar rentang sayapnya juga. Qualcomm pun semakin terhimpit. Baca juga Galaxy S6 Tak Pergunakan Chipset Qualcomm dan Mediatek Kembangkan Chipset Bertenaga 10-Core.

 

Top