Punya 300 Juta Pengguna, Ternyata Twitter Tetap Merugi

Twitter Masih Merugi Meski Sudah Memiliki Banyak Pengguna – Tak bisa dipungkiri, saat ini Twitter merupakan situs social media paling populer di dunia. Walau hanya merupakan situs microblogging, ternyata dominasi Twitter tak mampu ditandingi oleh aplikasi sosmed lainnya, semisal Facebook atau aplikasi Path yang sangat digemari pengguna internet Indonesia.

twitter-masih-merugi-meski-sudah-memiliki-banyak-pengguna

Menurut data, pecinta dunia teknologi informasi yang menggunakan layanan situs microblogging Twitter mencapai angka 300 juta. Namun ternyata, meski warga Twitland sudah mencapai angka ratusan juta pengguna, tetap saja Twitter masih mengalami kerugian.

Memasuki Maret 2015 ini, Twitter genap berusia sembilan tahun. Selama waktu yang hampir satu dekade tersebut, ternyata masalah yang dihadapi oleh perusahaan yang didirikan oleh empat sekawan Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone dan Evan Williams itu tetap sama, yakni masalah pendapatan yang tak sesuai dengan ekspektasi.

Manurut data dari Twitter, pada akhir kuartal pertama tahun 2015 ini, pengguna Twitter sudah mencapai angka 302 juta pengguna. Angka lebih dari 300 juta tersebut merupakan sebuah peningkatan sebanyak 18 persen dibandingkan dengan pengguna Twitter pada periode yang sama tahun lalu.

Secara perhitungan matematis, seharusnya dengan pengguna yang terus bertambah tersebut, keuntungan Twitter juga akan naik. Namun, meski Twitter tetap memperoleh keuntungan tiap tahunnya, keuntungan tersebut tak pernah sesuai dengan apa yang mereka targetkan.

Pada akhir kuartal I tahun 2015 ini, perusahaan yang kini di kepalai oleh Dick Costolo tersebut mampu mencatatkan pendapatan hingga mencapai USF 436 juta. Angka tersebut ternyata masih lebih kecil dari ekspektasi Twitter yang menargetkan pendapatan sebanyak USD 440 juta, meski telah mengalami kenaikan sebanyak 74 persen dari pendapatan periode sebelumnya.

Seperti dikutip dari Engadget pada Rabu (29/4/2015), walau Twitter memperoleh keuntungan yang tak bisa dibilang kecil, perusahaan dengan logo khas burung berwarna biru tersebut tetap merugi. Kerugian yang dialami Twitter dilaporkan mencapai USD 162 juta.

Dengan “rekor buruk” yang terus membayanginya, tak salah jika akhir-akhir ini pihak Twitter terus melakukan inovasi guna menambah penggunanya. Inovasi berupa Twitter Highlight di halaman muka Twitter, sampai kemudahan dalam mengirimkan direct messages adalah beberapa contoh pembaruan yang dilakukan oleh Twitter. Baca juga Twitter Akan Kunci Akun Pelaku Bullying dan Google Bakal Beli Twitter.

Top