Koneksi Wi-Fi Dapat Mengundang Bahaya?

Koneksi Wi-Fi Bisa Mengundang Bahaya – Apakah sobat Begawei gemar berselancar menggunakan jaringan Wi-Fi yang tersedia. Jika iya, maka mulai saat ini berhati-hatilah dalam menggunakan jaringan Wi-Fi yang tersedia. Baru-baru ini diketahui ada seorang wanita asal Britania Raya yang merasa ada efek buruk akibat banyaknya jaringan Wi-Fi yang tersedia. Kok bisa , apakah penyebabnya? Simak ulasan Begawei berikut ini.

Koneksi Wi-Fi Dapat Mengundang Bahaya

Memang di zaman yang serba modern ini, pada berbagai tempat umum baik itu hotel, restoran hingga taman sudah menyediakan jaringan Wi-Fi. Dimana penyediaan jaringan Wi-Fi tersebut berfungsi agar memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin berselancar di dunia maya. Namun siapa sangka, baru-baru ini diketahui dengan adanya banyak jaringan Wi-Fi ditempat umum ternyata membuat seorang wanita asal Inggris yakni Mary Coales merasa khawatir. Wanita tersebut mengaku bahwa mulutnya merasa linu ketika dekat dengan pancaran sinyal dari jaringan Wi-Fi yang ada.

Wanita tersebut pun percaya bahwa ia telah menderita sindrom intoleransi hipersensitivitas elektromagnetik (EHS). Memang banyak yang percaya bahwa pancaran sinyal dari jaringan Wi-Fi mampu menyebabkan sakit kepala, lesu dan mual hingga kesulitan bernafas. Meskipun dalam prosentase yang tidak terlalu tinggi.

Dari sindrom EHS tersebut ternyata juga menimbulkan efek ketakutan radiasi yang dapat menyebabkan kanker, penyakit autoimun, dan gangguan saraf dalam jangka panjang. Dengan kondisi tersebut pun membuat wanita itu berusaha keras untuk menghindari pancaran sinyal dari jaringan Wi-Fi dan sinyal telepon.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 menemukan indikasi bahwa aktivitas siswa laki-laki cenderung menurun di daerah yang terpancar sinyal jaringan Wi-Fi. Bahkan hasil penelitian dari American Society for Reproductive Medicine pada tahun 2010 juga menyatakan bahwa pancaran sinyal dari jaringan Wi-Fi secara signifikan juga dapat mengganggu aktivitas otak dari pada wanita muda. Meski begitu sindrom EHS ini diketahui belum diakui secara resmi oleh pihak medis di Inggris tersebut.

Dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Perlindungan Kesehatan Inggris menyatakan belum ada bukti ilmiah antara gangguan kesehatan dengan peralatan elektronik. Meskipun di Inggris sendiri banyak orang yang merasakan dampaknya. Baca juga Intel Luncurkan Notebook dengan Teknologi Isi Ulang Nirkabel dan Youtube Tawarkan Biaya Langganan Untuk Hilangkan Iklan.

Top