Dipenuhi Konten Kekerasan, GTA V Dilarang Untuk Anak

GTA V Berbahaya Untuk Anak di Bawah Umur – Segmentasi video game memang tak hanya untuk anak-anak saja. Dengan perkembangan dunia yang masuk era serba digital dan dipenuhi pelbagai perangkat mobile, fitur game atau permainan juga sering digunakan oleh kaum dewasa guna mengisi waktu luang. Oleh karena hal ini, tak salah jika game-game sekarang sudah dilengkapi dengan pengkategorian umur pemainnya. Dengan adanya kategori umur pemain, sebuah game bisa dinilai layak atau tidak jika dimainkan oleh orang yang memang bukan segmentasi game tersebut.

gta-v-berbahaya-untuk-anak-di-bawah-umur

Namun, meski sudah disertai label kategori umur, peredebatan tentang video game yang memiliki konten kekerasan seakan tak ada hentinya. Konten video game yang berbau kekerasan memang sempat menjadi kontroversi karena tidak sedikit kejahatan atau tindakan kriminal yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur karena pengaruh permainan video game.

Baru-baru ini, seperti dilansir The Sunday Times (31/3/2015), sebuah sekolah di Inggris memanggil orang tua siswanya lewat kepolisian karena menemukan indikasi tindakan yang mengarah ke perilaku kriminal yang dilakukan oleh salah satu siswanya yang masih berusia di bawah 18 tahun. Pihak sekolah juga memanggil orang tua siswa yang membiarkan anaknya bermain video game yang mengandung kekerasan atau mengakses konten dewasa.

Salah satu video game yang menjadi kontroversi adalah Grand Theft Auto V atau lebih dikenal dengan GTA V. Bersama game-game lain seperti Call of Duty dan Gears of War, GTA V masuk dalam game-game yang dilarang bagi anak-anak karena mengandung unsur kekerasan dan konten dewasa.

Khusus untuk GTA V sendiri, seri terbaru dari game populer ini memang dipenuhi unsur kekerasan layaknya game-game petualangan lain. Namun, menurut pihak sekolah, diungkapkan bahwa GTA V memiliki tingkat kekerasan terlalu tinggi yang bisa menyebabkan perilaku menyimpang dan agresif kepada anak.

Kepala Sekolah di Cheshire, Inggris mengungkapkan bahwa seorang anak seharusnya diarahkan untuk mengakses konten-konten yang sesuai umurnya, termasuk dalam hal game atau permainan. Maka dari itu, pihak sekolah meminta para orang tua untuk memberikan pengawasan kepada anak-anaknya saat bermain game atau mengakses konten internet lainnya. Hal ini untuk melindungi anak dari pengaruh buruk yang disebabkan oleh konten-konten yang memang tak sesuai dengan usia mereka. Baca juga Tiongkok Terapi Pecandu Internet Dengan Cara Militer dan Big Huge Games Rilis DomiNations.

Top