Android Lollipop Keog di Tangan Kitkat

Android Lollipop Tak Sepopuler Kitkat – Kawan Begawei penggandrung Android? Ya…!!! Si Robot Hijau itu, memang punya kecerdasan yang memikat hati para penggemar gadget. Berbagai versi pun telah diluncurkan oleh si empunya OS, yakni Google. Istilah-istilah yang unik pun disematkan, untuk memberi nama sistem operasi tersebut.  Mulai dari versi terlama, yakni Android Cupcake, diikuiti Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich, Jelly Bead dan Kitkat. Terbaru, Google pun meluncurkan versi yang paling baru, bernama Android Lollipop. Semua versi yang diluncurkan, pastinya memiliki pembaharusan yang menarik, dibanding generasi sebelumnya. Begitupun dengan si manis Lollipop. Namun ternyata, menjadi versi teranyar Android, tak lantas membuat Lollipop jadi yang paling populer. Bahkan popularitasnya “habis” di tangan Kitkat.

android lollipop keog di tangan kitkat

Dibandingkan dengan Kitkat, Lollipop punya banyak keunggulan. Google sendiri menggambarkan Lollipop sebagai “largest, most ambitious release on Android”–Android terbesar/luas (jangkauannya) serta paling ambisius. Hal itu lantaran Lollipon didesain untuk dapat jalan di seluruhnya basis dari telephone, tablet sampai TV. Lollipop juga digambarkan juga sebagai “lightest”, karena didesain untuk peralatan entry level entri atau level murah dan dapat berjalan lancar dengan cuma kemampuan memori 512 MB. Keamanannya pun diklaim lebih baik. Namun, hal itu ternyata tak cukup untuk mendngkrak popularitasnya. Data yang dirilis Google untuk periode 7 hari yang berakhir pada 6 April 2015 menyebutkan, penetrasi Lollipop dari total perangkat Android yang ada saat ini baru mencapai 5,4 persen. Angka itu jauh di bawah Android 4.4 (KiKat) yang dirilis pada 2013 dengan persentase 41,4 persen.

Bahkan, “prestasi” Lollipop yang barumencapai 5,4 persen itu, berada di bawah versi-versi lama lainnya. Tercatat bahwa saat ini Jelly Bean versi 4.1 – 4.3 menguasai 40,7 persen perangkat Android. Sementara itu, kontribusi Ice Cream Sandwich versi 4.0 sebesar 5,7 persen.

Andoid Lollipop sendiri, pertama kali tersedia sebagai update over-the-air (OTA) di berbagai perangkat Android, pada November 2014. Hingga lima bulan setelah peluncurannya pun, OS tersebut nyatanya belum bisa bersuara banyak. Kemungkinan besar, keognya Lollipop disebabkan karena OS tersebut masih belum stabil disana-sini. Berbagai bug juga masih ditemukan di dalamnya. Lantas, apa usaha yang akan dilakukan Google untuk memperbaiki keadaan ini? Kita tunggu saja. Baca juga Android Lollipop Masih Belum Stabil dan Google siapkan Android 5.1.

 

Top