Anda Termasuk yang Kecanduan SMS Saat Nyetir?

Tak Bisa Menahan Keinginan SMS Saat Nyetir – Teknologi telepon genggam, memang membuat kegiatan kita menjadi lebih mudah. Dimanapun dan kapanpun, kita bisa terkoneksi dengan “dunia luar”, hanya dengan menggunakan ponsel. Bahkan, perkembangan teknologi telepon genggam saat ini begitu pesat. Tak hanya terkoneksi via panggilan suara, smartphone memungkinkan kita untuk terkoneksi via berbagai macam aplikasi. Kalau kita bicara soal aktivitas telekomunikasi melalui handset, kadang kita pun melakukannya pada saat yang tidak seharusnya. Misalnya saja saat menyetir.

kecanduan sms sambil nyetir

Coba anda ingat-ingat, apakah saat menyetir dan ada SMS masuk ke ponsel, anda tidak “tergoda” untuk segera membalasnya? Wah…ini jelas harus dihindari, karena alasan yang sangat masuk akal, yakni keamanan. Bahkan untuk alasan itu pula, setidaknya 44 negara di dunia mengeluarkan larangan aktivitas SMS saat menyetir. Mereka diantaranya adalah Jepang, Denmark, Brazil, Korea Selatan, Republik Ceko, termasuk juga negara kita—Indonesia.

Tapi ternyata, walaupun sudah ada larangan jelasnya, mengemudi sambil mengetik SMS masih saja dilakukan disana-sini. Ini sama seperti seorang perokok berat. Pengemudi yang menyetir sambil mengetik SMS, sebenarnya sudah tahu bahwa aktivitas yang mereka lakukan itu berbahaya. Akan tetapi, kebiasaan buruk itu nyatanya sangat sulit untuk dihentikan.

“Banyak orang mengakui bahwa menyetir sambil ber-SMS merupakan aktivitas berbahaya, tapi perilaku itu sulit untuk dihentikan,” kata Jeff Cole, pendiri dan direktur University of Southern California Annenberg Center yang bertanggung jawab dalam pengembangan Future Digital.

Baru-baru ini, studi tentang hal itu pun dilakukan dengan melibatkan lebih dari 900 orang. Dalam penelitian ini Cole bekerja sama dengan perusahaan konsultan asal Amerika Serikat, Bovitz Inc. Hasilnya, 18% dari pengemudi mengatakan bahwa mereka tidak bisa menahan keinginannya untuk mengirim atau memeriksa pesan saat mengemudi. Dalam laporannya, USA Today juga menuliskan bahwa sebagian besar dari presentase tersebut, didominasi oleh pengemudi berusian antara 18 s.d 34 tahun. Mereka mengaku bahwa mereka kerap mengirimkan SMS saat mengemudi. Sementara itu, 7% dari responden yang berusia 35 – 54 tahun, juga mengaku demikian.

Mirisnya lagi, 87% responden sebenarnya mengakui kalau mengetik SMS atau memeriksa e-mail via smartphone saat mengemudi, adalah hal yang berbahaya. Sudah tahu bahaya, kenapa masih dilakukan? Baca juga Penampakan Smartphone HTC One E9 Terbaru dan Lenovo A6000 smartphone murah berteknologi 4G.

Top