Smartphone Bikin Kita Cepat Marah dan Depresi

Smartphone Membuat Cepat Marah dan Depresi – Teknologi sebenarnya seperti sebilah pisau. Di satu sisi akan membuat kehidupan lebih mudah. Namun di sisi lainnya, ternyata teknologi punya dampak yang serius. Apalagi jika penggunaannya berlebihan, bahkan disalahgunakan. Itulah yang terjadi pada smartphone. Kawan Begawei pasti sudah banyak mendapat informasi, bahwa smartphone mempunyai daya untuk membuat penggunanya ketagihan. Atau mungkin justru anda sendiri sudah mulai merasakan dampak tersebut pada diri  anda. Tak hanya menimbulkan ketagihan, smartphone juga cukup “terkenal” dengan jargon “mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”. Ternyata tak sampai disitu saja lho. Smartphone diklaim bisa membuat penggunanya cepat marah, bahkan depresi. Mengerikan ya? Bagaimana bisa?

pengguna smartphone cepat marah dan depresi

Penemuan bahwa smartphone bisa membuat penggunanya cepat marah, bahkan depresi adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Baylor, Texas, Amerika. Para peneliti menggunakan para mahasiswanya, sebagai objek penelitian. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan, dapat menimbulkan gangguan pada stabilitas emosi. Selanjutnya, hal tersebut bakal berujung pada egoisme tinggi.

Sementar itu, jika dirunut, biang keladi dari masalah psikologis tersebut, ternyata adalah tingginya tingkat interaksi dengan aplikasi-aplikasi komunikasi di smartphone, misalnya email, jejaring sosial, hingga SMS. Coba sekarang kawan Begawei cek pada diri anda sendiri, seberapa sering anda berinteraksi dengan aplikasi-aplikasi tersebut?

Kecerdasan yang dimiliki gadget jaman sekarang, memang sangat mempermudah kita dalam koneksi dengan dunia luar, misalnya dengan chating. Tapi, berhati-hatilah, kawan Begawei…!!! Terlalu doyan chatting ternyata adalah bukti bahwa pengguna smartphone mencari kepuasan batin dan bentuk pengalihan perhatian dari tugas lain.

“Sering mengecek email, SMS, nge-tweet, dan browsing berlaku sebagai obat sementara bagi mereka yang berusaha menutup-nutupi masalah sehari-hari,” tulis ilmuwan Universitas Baylor di laporan mereka, tentang study ini.

Lalu bagaimana pengaruh penggunaan smartphone terhadap tingkat depresi? Dari study yang dilakukan, smartphone diklaim dapat meningkatkan tempramen pengguna. Nah, gabungan dari sifat tempramental dan aksi melarikan diri dari masalah sehari-hari lewat smartphone itulah,  yang menyebabkan pengguna sering mengalami depresi.

Bahkan, banyak pihak mengatakan bahwa penggunaan smartphone berlebihan merupakan tanda OCD (obsessive-compulsive disorder). OCD adalah perasaan was-was berlebihan, saat tidak melakukan sesuatu berulang kali. Contohnya adalah kerap mengecek smartphone tiap menitnya dan kecemasan berlebih saat tidak bersama smartphone. Bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk yang punya kecemasan berlebih, ketika smartphone anda tertinggal sebentar saja? Baca juga Meizu MX5 dengan Kamera 41 MP dan China Resmi Mengharamkan Beberapa Produk Gadget.

 

Top