Hal-Hal Ini Bikin Xiaomi Jadi Jago Kandang Saja

Penghambat Kemajuan Xiaomi – Perkembangan di dunia gadget, tidak bisa dilepaskan dari “aksi” para vendor. Manuver yang dilakukan para vendor, memang sangat menentukan, seberapa kuat mereka bertahan di pasaran. Yang belum lama ini muncul dengan manuver-manuver menariknya adalah Xiaomi. Bahkan, manufaktur yang pertama kali memproduksi smartphone tahun 2011 ini, punya performa yang menakjubkan, sehingga cukup membuat vendor-vendor lain agak kuwalahan.

yang membuat xiaomi jadi jago kandang

Kawan Begawei pasti masih ingat, Xiaomi merangsek ke pasaran dengan aksi flash sale. Produk-produk yang dihasilkan pun punya kualitas yang sangat handal. Jadi tak heran kalau Xiaomi dengan cepat bisa bertengger sebagai vendor papan atas. Bahkan vendor kelas wahid—Samsung pun mulai “risih”, karena manuver Xiaomi sangat cantik untuk menguasai kelas menengah kebawah. Perusahaan yang berbasis di China itu menorehkan angka penjualan 60 juta unit hingga tahun 2014. Angka valuasinya pun mampu mencapai 45 miliar dolar. Wow…!!!

Namun, walaupun Xiaomi berjaya di Asia dan di Negara Brasil, ternyata produk Xiaomi tidak bisa masuk dalam wilayah pasar Amerika Serikat. Sangat disayangkan ya? Beberapa analis mengungkapkan, ada beberapa masalah yang mengganjal manuver Xiaomi. Jika permasalahan-permasalahan itu tidak kunjung terselesaikan, maka Xiaomi kemungkinan hanya akan dikenal di wilayah Asia saja, alias jadi jago kandang saja.

Ini dia permasalahan yang bisa mengganjal langkah Xiaomi untuk bisa lebih booming lagi :

Sangat Identik dengan Vendor Lain

Xiaomi sendiri mendapat predikat sebagai “Apple dari China”. Hal ini dikarenakan desain produknya yang menyerupai produk-produk Apple. Sebut saja spesies Mi Note dan Mi Note Pro.  Pihak Xiaomi jelas membantah tuduhan copy desain itu. Namun, sejumlah pengguna dan beberapa pengamat melihat hal tersebut adalah tindakan mencotek.

Ternyata untuk urusan keidentikan dengan vendor lain, Xiaomi tidak hanya melakukannya melalui copy desain. Namun ternyata perusahaan tersebut Membawa “style” yang sama dengan Apple. Cara presentasi yang disampaikan oleh Xiaomi benar-benar menjiplak cara Apple. Bahkan, saat pengenalan dua produk flagship terbarunya beberapa waktu lalu, CEO Xiaomi, Lei June, melakukan presentasi dengan style pakaian yang sama, seperti apa yang dilakukan oleh Steve Job, sang pelopor dari Apple. Hal- hal seperti ini jelas bisa jadi penghambat bagi Xiaomi. Untuk wilayah Asia, Xiaomi mungkin saja bisa lolos. Tapi tunggu dulu…!!! Saat perusahaan melakukan ekspansi keluar wilayah, perusahaan diyakini akan banyak dikenakan pelanggaran hak paten, sehingga memungkinkan dirinya merugi karena adanya denda yang dibebankan.

Selain diklaim telah mencontek desain , pihak Xiaomi juga melakukan teknik marketing yang sama dilakukan Apple. Dalam presentasi saat pengenalan dua produk flagship terbarunya beberapa waktu lalu, CEO Xiaomi, Lei June, melakukan cara sama dengan yang dilakukan oleh Steve Job, sang pelopor dari Apple.

Taktik pengenalan produk dengan tampil berpakaian kemeja hitam, celana jeans, dan sepatu kets sangat kental dengan ciri khas bawaan Steve Jobs. Tidak hanya sebatas penampilan, klaim lainnya adalah

Xiaomi mungkin akan lolos di beberapa wilayah Asia, namun saat perusahaan melakukan ekspansi keluar wilayah tersebut. Perusahaan diyakini akan banyak dikenakan pelanggaran hak paten, sehingga memungkinkan dirinya merugi karena adanya denda yang dibebankan.

Problem Bahasa

Bahasa internasional merupakan alat yang sangat berguna untuk menjembatani begitu banyaknya bahasa dui muka bumi ini. Bicara soal bahasa, beberapa rumor menyebutkan bahwa sistem dari MIUI yaitu userinterface yang dikembangkan Xiaomi masih menggunakan bahasa China, bahkan tanpa disertai penerjemahan.

Hal tersebut pastinya membuat produk Xiaomi akan terganjal di pasar Amerika dan di wilayah Eropa lainnya,  karena perbedaan bahasa yang kental. Jika Xiaomi masih keukeh dengan hal itu, maka akan sangat sulit untuk menembus pasaran di luar Asia.

Penjualan Online

Penjualan secara online, mungkin menjadi salah satu taktik khas Xiaomi dalam pemasaran. Bahkan perusahaan tersebut mengklaim bahwa produk-produknya, seperti Mi4 sangat laris dalam waktu singkat di penjualan online.

Penjualan dengan cara online sebenarnya tidaklah salah. Namun, hal ini tidak berlaku untuk sebagian besar wilayah Eropa dan Amerika yang menerapkan sistem penjualan dengan kontrak dan kerja sama dengan operator. Jika ini tidak diterapkan, maka Xiaomi dinilai dapat memotong ruang kebebasan pembeli dari belahan dunia lain, dan menjadi kegagalan pertama jika teknik ini tetap diberlakukan. Baca juga Apple & Motorola saling sindir produk dan Memex mesin pencari lebih canggih dari Google.

Top