Apple vs Google di Dunia Otomotif

Persaingan Apple dan Google dalam Otomotif – Sudah jadi rahasia umum, kalau Apple dan Google adalah raksasa-raksasa teknologi yang saling bersaing. Terbaru, keduanya sama-sama berusaha eksis di dunia otomotif dengan caranya masing-masing.

apple vs google di dunia otomotif

Kabarnya, Apple sedang punya sebuah misi mobil listrik. Mobil listrik futuristik milik Apple itu dinamakan Titan. Demikian kabar yang berhasil diungkapkan oleh laporan eksklusif milik Wall Street Journal (WSJ). Bahkan, demi mobil listrik ini, Apple diklaim telah mengalokasikan dana USD 180 miliar. Tidak kurang dari 1.000 pegawai dan insinyur Apple juga bekerja secara diam-diam di proyek mobil listrik tersebut. Namun, memang tidak bisa dipungkiri bahwa proyek Titan masih menjadi tanda tanya banyak orang. Mengingat Apple lebih lekat dengan dunia teknologi digital daripada otomotif. Tapi, untuk menunjukkan keseriusannya, beberapa petinggi Apple telah terbang ke Austria untuk membuat perjanjian kontrak dengan sejumlah manufaktur mobil berkelas. Sebut saja nama seperti  Magna Steyr, yang merupakan bagian dari Magna International Inc. Kanada.

Bahkan, dengan manuver yang dibilang masih diam-diam ini, Apple berani mengklaim bahwa eksperimennya kali ini tidak akan menghasilkan mobil listrik biasa. Salah satu petinggi Apple bahkan pernah mengisyaratkan bahwa produk yang tengah mereka kembangkan ini akan mengalahkan Tesla, perusahaan mobil listrik yang saat ini mendominasi pasar. Reuters memberitakan bahwa proyek ini merupakan ambisi Apple yang juga ingin merajai teknologi otomotif untuk menyaingi rivalnya, Google. Ya!!! Google pun juga punya keinginan yang tidak terbendung di dunia otomotif, walaupun mereka adalah perusahaan yang bermain di zona teknologi digital. Lantas seperti apa manuver Google di dunia otomotif?

Kalau Apple meringsek dunia otomotif dengan membuat spesies mobil listrik, lain lagi dengan “usaha” yang dilakukan pesaingnya—Google. Perusahaan yang berbasis di Amerika itu lebih memilih untuk memaksimalkan platform andalannya, yaitu Android. Raksasa internet itu membawa si Robot hijau ke dalam kabin-kabin mobil pada masa depan, melalui project Android Auto. Dengan mengintegrasikan Android langsung ke dalam sistem mobil, kawan Begawei bisa mengakses aneka layanan Google,  tanpa perlu bergantung pada smartphone yang bisa saja kehabisan baterai. Bahkan, anda bisa  melakukan suka-suka melakukan streaming musik dan membuka peta atau aplikasi. Bagaimana menurut anda, kawan Begawei? Mana cara yang lebih yahud untuk menguasai dunia otomotif? Baca juga Kamera yang Mampu Deteksi Suhu Sekaligus Hantu dan Gionee S7 Ponsel Tertipis?.

 

Top