Apple dan Xiaomi Merajalela, Profit Samsung Turun

Profit Samsung Turun –  Siapa sih yang tidak mengenal Samsung? Perusahaan yang berasal dari Korea Selatan ini memang bisa dibilang raksasanya di dunia teknologi. Melalui Galaxy series-nya, Samsung mengguncang dunia smartphone. Para gadget freak pun terpesona dan rela merogoh koceknya, demi bisa menikmati produk tersebut. Samsung pun meraih keuntungan yang dipastikan melimpah. Belum lagi jika ditambah dengan untung dari sektor lainnya. Alhasil Samsung menjadi perusahaan raksasa dengan keuntungan super. Tapi inilah dunia bisnis. Mau tidak mau, Samsung harus menghadapi para rivalnya.

profit samsung turun

Sebut saja Apple. Manuver vendor yang satu itu juga tidak kalah canggih. Melempar iPhone sebagai produk andalan, Apple menjadi saingan berat bagi Samsung pada kelas high end. Persaingan keduanya juga memang sudah menjadi rahasia umum. Apalagi sekarang Apple menyaingi Samsung dengan merilis iPhone 6 4,7 inch dan iPhone 6 Plus 5,5 inch. Padahal, seperti yang kawan Begawei ketahui, smartphone layar besar dulu menjadi senjata ampuh bagi Samsung untuk menggaet konsumen.

Namun bayang-bayang pesaing bagi Samsung tidak berhenti pada Apple saja. Di segmen low end, Xiaomi hadir dengan performa penjualan yang dahsyat. Kawan Begawei pasti masih ingat sekali kalau  Xiaomi berhasil memasarkan Redmi Note dengan total penjualan 10.000 unit dalam waktu 40 detik saja. Terbaru, Xiaomi berhasil menjual Xiaomi Mi Note hanya dalam beberapa menit saja. Kedahsyatan kedua vendor itu pun akhirnya berhasil “menghimpit Samsung’ hingga profitmnya turun.

Profit yang diraih Samsung dilaporkan turun sebesar 27% di seluruh operasional perusahaan. Padahal, tahun sebelumnya profit Samsung mencapai angka 5,3 triliun won atau USD 4,9 miliar. So, bisa dipastikan bahwa saat ini Samsung harus berjuang melawan para kompetitornya. Walaupun sekarang Samsung dan Apple memang masih bertengger di posisi satu dan dua dengan angka penjualan yang cukup sulit disaingi. Namun serbuan para pendatang baru tak bisa diremehkan. Kenyataannya, Xiaomi yang juga disebut sebagi ‘Apple dari China’ semakin merajalela kan?

Soal “ancaman’ dari vendor lain, Samsung sendiri bukannya tidak menyadari. Bahkan sejak tahun lalu, Samsung mulai berbenah dan berupaya membangkitkan lagi bisnis mobilenya dengan desain ponsel baru, sederet perangkat lebih murah dengan spesifikasi lebih baik. Bahkan perusahaan dengan logo berwarna dominan biru ini pun mengeluarkan sistem operasi besutannya sendiri, yakni Tizen. Kita lihat saja, bagaimana Samsung perupaya untuk tetap bertahan, ditengah gempuran para pesaing yang semakin menggila. Baca juga Lampu LED Ellipz Tahan 50 Ribu Jam dan No Video Game Day.

Top