Yang Kerap Menjadi Biang Kecelakaan Pesawat : Gadget

Gadget Sering Menjadi Penyebab Kecelakaan Pesawat – Terbaru, dunia penerbangan dikejutkan dengan hilangnya kontak pesawat terbang AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura. Setelah 41 menit take off dari bandara Juanda, Surabaya pesawat tersebut hilang kontak tanpa menyisakan ELT (Emergency Locator Transmitter) sekalipun. Selain kejadian tersebut, masih banyak kasus – kasus kecelakaan pesawat, yang melenyapkan nyawa ratusan orang. Bahkan tidak jarang, keberadaannya sama sekali tidak terdeteksi.

gadget biang kerok kecelakaan pesawat

Walaupun kasus hilangnya AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura belum diketahui penyebabnya sampai berita ini diturunkan, namun dalam satu dekade terakhir, gadget disebut sebagai biang insiden kecelakaan pesawat komersial. Bukan berdasarkan perkiraan saja, namun hal tersebut merupakan hasil studi yang dilakukan Asosiasi Penerbangan Komersial Internasional (IATA).

Dalam studi tersebut, IATA mencatat setidaknya ada 75 insiden terkait penggunaan gadget. Tidak hanya oleh penumpang, ironisnya hal tersebut ternyata juga dilakukan oleh awak maskapai penerbangan. Penggunaan gadget jelas mempengaruhi pada operasional pesawat, seperti sistem navigasi, sistem komunikasi, dan memicu aktifasi tanda bahaya.

UK Civil Aviation Authority juga menyimpulkan potensi bahaya yang sama terkait penggunaan gadget di pesawat terbang. Bahkan merekpihak tersebut dengan tegas menyatakan bahwa jaringan komunikasi yang digunakan perangkat mobile Blackberry atau iPad dapat menyebabkan sistem auto-pilot tidak bekerja dan tanda bahaya menyala.

Contoh kasusnya terjadi tahun 2003 di Selandia Baru. Sebuah penerbangan jarak pendek dari bandara internasional Christchurch, Selandia Baru, mengalami kecelakaan. Hasil investigasi Transport Accident Investigation Commission menyebutkan bahwa terjadi kerusakan pada instrumen navigasi pesawat yang disebabkan oleh penggunaan alat telekomunikasi seluler. Bahkan, hasil penyelidikan lebih lanjut menyimpulkan bahwa sang pilot sendirilah yang menggunakan ponsel di dalam pesawat untuk menghubungi keluarganya. Alhasil pesawat gagal lepas landas dan terjadi kecelakaan dengan 8 korban jiwa. Ironis ya?!

Beberapa asosiasi penerbangan memang mengeluarkan keputusan bahwa penumpang pesawat diperbolehkan menggunakan smartphone ataupun tablet selama penerbangan. Contohnya saja Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat yang mengeluarkan keputusan tersebut pada November 2013 . Namun Serikat Pramugari Amerika Serikat telah mengajukan gugatan kepada Pengadilan Banding Amerika Serikat. Mereka meminta agar FAA membatalkan kebijakan penggunaan gadget di dalam pesawat. Alasannya? karena mereka pasti menyadari bahwa penggunaan gadget saat penerbangan memang saat membahayakan. Tidak untuk diri sendiri saja, namun untuk seluruh awak yang ikut dalam penerbangan. Baca juga Xiaomi merambah bisnis laptop dan Helm pintar dikendalikan melalui suara.

Top