Smartphone 4G Lebih Irit Dalam Konsumsi Daya?

Smartphone 4G lebih irit – Selain kegunaan smartphone yang membawa kita dalam efektivitas kinerja yang lebih tinggi ternyata juga menyebabkan suatu permasalahan yang baru. Seperti yang telah kita ketahui jika penggunaan smartphone dengan beragam aplikasi yang ada didalamnya menyebabkan borosnya konsumsi baterai yang menyebabkan kita harus berulang kali bolak-balik dalam mengisi daya. Selain penggunaan aplikasi secara terus menerus hal itu bisa disebabkan karena adopsi jaringan pada handset yang masih kurang stabil. Bagaimanakah solusi permasalahan ini?

jaringan 4g hemat baterai

Selain itu tidak hanya sekedar faktor sinyal yang kurang stabil yang menjadi faktor pengaruh terhadap borosnya daya baterai. Ahli jaringan dari Institut teknologi dan sains Jepang yaitu Profesor Khoirul Anwar yang masih menjadi warga negara resmi Indonesia mengungkapkan bahwa adopsi jaringan pada handset juga mempengaruhi konsumsi daya baterai.

Profesor yang bekerja pada Information Theory and Signal Processing Lab dari Japan Advanced Institute of Science and Technology School of Information Science (JAIST) mengungkapkan jika smartphone generasi sekarang sudah dapat mengadopsi jaringan yang lebih maju maka dapat lebih menghemat baterai sekian persen.

“Basis dari uplink 4G LTE ini dapat disebut dengan istilah single carrier frequency di vision multiple acces (SF-FDMA). Anda dapat menikmati keuntungan penggunaan FFT untuk meminimalkan dinamic range power menjadi jauh lebih efisien demi mendapatkan efek frekuensi yang baik,”jelasnya.

Beliau menambahkan dengan menggunakan metode komunikasi yang lebih cepat serta konsumsi energi yang tidak banyak dalam keterbatasan kanal frekuensi sehingga mampu mengurangi daya transmisi.

“Jadi efek dari penggunaan teknolgi jaringan 4G pada ponsel pengguna kini tidak memerlukan lagi transmit energi yang besar jadi memungkinkan konsumsi energi menjadi lebih hemat daripada biasanya.”

Khoirul Anwar berpendapat dengan mengevaluasi performa maka hasil yang didapat ternyata sangat luar biasa. Dengan orisinal terbatas saja sudah mampu menghasilkan frekuensi linear yang tinggi sebesar 7 desible (db).

Metode komunikasi dengan teknologi 2FTT ini memungkinkan pengiriman frekuensi yang lebih cepat dengan konsumsi baterai yang jauh lebih sedikit pada kanal komunikasi yang ada. Teknologi 4G ini bahkan diklaim memiliki kemampuan tersendiri dalam mengurangi daya transmisi dengan hasil kecepatan yang tajam. Keren ya teknolgi 4G ini? Kita tunggu yuk penerapannya di Indonesia. Baca juga Diskon Motorola Moto G dan Ponsel mobile rawan kesehatan.

Top