Mengapa GPS Tak Berdaya Temukan AirAsia QZ8501?

Teknologi GPS Tidak mampu Temukan AirAsia QZ8501 – Indonesia berduka sangat dalam akhir tahun ini. Sejak Minggu pagi, 28 Desember 2014, Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC). Selasa sorenya, pesawat tersebut dipastikan telah diketemukan dalam keadaan hancur di perairan Pangkalan Bun, Kalteng.

mengapa gps tidak bisa temukan airasia

Berbagai serpihan termasuk emergency exit door atau pintu keluar darurat telah diketemukan terapung di permukaan laut. Basarnas pun telah memastikan bahwa benda-benda tersebut merupakan bagian dari pesawat AirAsia QZ8501. Tim pencarian dari TNI Angkatan Udara (AU) juga melihat sesosok jasad manusia di perairan yang sama. Kawan Begawei pastinya juga sudah melihat temuan – temuan itu melalui update berita dari berbagai media.

Sebelumnya, berbagai pihak baik dari Basarnas, TNI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan pihak – pihak lainnya mengusahakan pencarian dengan berbagai macam teknologi. Misalnya saja BPPT yang menggunakan teknologi sonar bernama Sound Navigation and Ranging. Namun dari sekian banyak teknologi pencarian yang dipakai, mengapa teknologi GPS atau Global Positioning System tidak cukup berdaya menemukan AirAsia QZ8501?

Kawan Begawei, AirAsia QZ 8501 yang bertipe Airbus A320 sebenarnya mempunyai sistem ADS-B yang merupakan teknologi GPS. Logikanya, teknologi ini dapat melaporkan koordinat lokasi atau keberadaan pesawat. Namun, menurut laporan yang ditulis oleh TIME, sistem GPS itu bisa berfungsi secara maksimal saat pesawat terbang pada kondisi normal. Namun, apabila pesawat meluncur ke bawah dengan laju yang terlalu ekstrim, ternyata sistem GPS tidak dapat berfungsi. Maka keberadaan pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak itu tidak dapat terdeteksi oleh teknologi pencari koordinat lokasi ini.

Airbus A320 sendiri sebenarnya mempunyai teknologi yang sangat mumpuni. Jenis pesawat penumpang ini juga dilengkapi sistem kendali fly-by-wire digital. Sistem tersebut dapat membantu pilot mengendalikan pesawat menggunakan sinyal elektronik, bukan secara mekanik. Sistem kendali itu bisa meningkatkan keamanan, mengurangi beban kerja pilot, meningkatkan stabilitas, dan penggunaan mekanik yang lebih sedikit.

Yang jelas, teknologi canggih pun hanya buatan menusia. Maka ketika punya kekurangan dan ketidakmampuan, adalah hal yang sangat wajar. Baca juga Berbohong di Facebook Sebabkan Kepikunan Dini dan Smartphone Sony Xperia X .

 

Top