Kejayaan Xiaomi Hanya Sementara?

Eksistensi Xiaomi terancam – Vendor Xiaomi sekarang memang sekarang sedang memasuki masa keemasannya dengan tingkat penjualan produknya yang sangat jauh diatas ekspektasi. Nama Xiaomi pun tidak luput dari buruan media-media besar yang seakan berlomba dalam membuat pemberitaan mengenai vendor terbesar. Popularitas Xiaomi yang melejit bak meteor ini membuat jantung para pesaing menjadi berdegup kencang. Mereka pun tidak dapat menyangka jika Xiaomi yang baru saja muncul ini bisa menjadi sedemikian bersinar. Tetapi tentu saja kita memahami paradigma jika tidak ada kejayaan yang abadi. Demikian pula sukses gilang gemilang Xiaomi diprediksi akan segera berakhir. Kok bisa ya?

eksistensi xiaomi terancam

Teng Bingsheng, sang akademisi yang sedang menempuh pendidikan di Cheung Kong Graduate School of Bussines ini memperkirakan jika Xiaomi masih dapat mempertahankan eksistensi dengan model bisnisnya yang berjalan saat ini hingga 3 tahun ke depan. Setelah melewati rentang waktu tiga tahun yang singkat itu Xiaomi akan diserbu oleh pesaing-pesaing yang semakin memperkuat brandnya.

Melansir Forbes, Jumat (19/12/2014), “Xiaomi sudah tentu akan bertahan. Tetapi pasti mereka akan perlu memperbesar budget dalam menambahkan iklan setelah tiga tahun karena brand yang lain akan mengejar,” kata Teng.

Ancaman tersebut juga datang dari brand terdekat yang mulai mengejar popularitas Xiaomi seperti Huawei yang mengandalkan Honor series yang mendapat respons positif di pasaran. Selain itu Oppo juga mengintai melalui teknologi kameranya yang sangat mumpuni tersebut. Mereka juga mengcopy cara Xiaomi dalam berjualan online yang dapat memangkas biaya hingga sekian persen. Bahkan vendor Huawei sudah sesumbar jika mereka sangat percaya diri untuk dapat menyalip popularitas Xiaomi di China.

“Tidak hanya satu dua vendor saja yang meniru strategi Xiaomi, melainkan hampir semua vendor yang meniru model online Xiaomi sehingga memangkas value Xiaomi di pasar online,”ujar Linda Sui, analis di Strategy Analytics.

Profit Xiaomi yang mencapai USD 56 juta pada tahun 2013 ini saja masih sangat jauh di bawah Apple atau Samsung. Belum lagi jika kita membicarakan portofolio paten yang membuat mereka rentan tergugat hukum jika sudah berhadapan dengan hak cipta. Xiaomi pun disarankan untuk memperkuat sektor risetnya untuk dapat mengembangkan patennya sendiri. Baca juga Instagram Bersih-bersih Akun dan ChatOn Pensiun Tahun Depan.

Top