Akankah Facebook Berakhir Seperti Yahoo?

Facebook berakhir seperti Yahoo – Pada saat boomingnya era dotcom menjadi berkah tersendiri bagi Jerry Yang pendiri Yahoo. Apa pasalnya? Ternyata Yahoo dapat menggagalkan analisis para pengamat yang menyatakan Yahoo baru  bisa berkembang setelah beberapa tahun berselang. Namun pada kenyataannya Yahoo mampu berkembang dalam waktu singkat saja. Setelah booming menyeluruh berakibat pada profit  Yahoo mencapai kapitalisasi pasar yang mencapai USD 128 miliar!. Namun cerita manis tersebut hanyalah menjadi sebuah kenangan bagi para petinggi Yahoo karena kapitalisasi pasar tersebut mengalami keruntuhan setelah mengalami goncangan dari pemain-pemain baru yang melesat dengan kecepatan tinggi akhirnya kapitalisasi Yahoo terjun bebas. Kini kabarnya nilai aset dari Yahoo disebutkan kurang dari USD 10 Miliar saja lho. Bagaimana bisa terjadi seperti ini? Apakah kabar ini juga akan menghantam Facebook yang masih memengan predikat sebagai jejaring sosial terbesar di dunia?

akankah facebook berkahir seperti yahoo

Alasan utama mengapa Yahoo bisa jatuh sedemkian rupa adalah karena perusahaan yang membeli iklan Yahoo bukan para pengiklan brand tradisional melainkan perusahaan yang membutuhkan spot iklan TV dan majalah. Mereka membayarkan budget dalam jumlah yang tidak sedikit untuk menjadi mitra kerja resmi Yahoo di berbagai sektor.

Permasalahannya budget yang mereka belanjakan untuk beriklan dari Yahoo tidak berasal dari profit dari perusahaan melainkan investasi yang berasal dari para pemilik modal. Akhirnya ketika era dotcom mulai meredup langsung berakibat pendanaan dari pemilik modal untuk startup mengering. Hilangnya profit ini menjadikan Yahoo mengalami pengurangan pada pendapatannya.

Melansir Bussines Insider, Jumat (19/12/2014), CEO Snapchat Evan Spiegel menyatakan bahwa kemalangan Yahoo akan segera berpindah ke Facebook.

Spiegel berpendapat jika profit Facebook yang bergantung pada startup yang diberi pendanaan tinggi oleh para pemodal untuk membeli trafik dan pengguna. Keadaan ini mebuat Facebook dalam keadaan kritis karena trend sekarang memperlihatkan jika user engagement semakin menurun karena berpindah pada jejaring sosial lain sehinga akan berakibat minat para pengiklan menjadi turun.

Pernyataan ini dikeluarkan Spiegel setelah memutuskan untuk reject tawaran akuisisi Facebook senilai lebih dari USD 3 miliar. Akankah menjadi kenyataan pernyataan Spiegel tersebut ataukah hanya sensasi dari Spiegel untuk semakin mendongkrak popularitas Snapchat yang semakin menunjukkan trend positif? Kita lihat saja ya perkembangannya kawan. Baca juga Android Lollipop Xperia Z dan Aplikasi pesan Smartwatch.

Top